> October 2016 | Ragam Otomotif dan Modifikasi Arsip Untuk October 2016 Ragam Otomotif dan Modifikasi: October 2016


Monday, October 31, 2016

NYARIS BONNEVILLE – SUZUKI THUNDER GSX 250 ’06 DI BALI

Sepintas dibenak kita menyimak, tak akan percaya jika sesosok muscular retrocruiser bike ini berjantung Suzuki Thunder GSX 250. Coz over all dimensi dan bahkan tampang mirip benar dengan tampang keren Triumph Bonneville. Tup, itu merupakan maskot retro kesayangan Gede Darsana, master piece ini adalah hasil dari seni custom Wahyu Garage from Denpasar Bali.
Dikreasi selama 3 purnama penuh di jalan Nangka selatan, Denpasar-Bali, all unform orsi GSX 250 berikut kaki-kakinya digudangkan. Kali ini kedua lingkaran kakinya diracik ulang membobber bareng cangkokan set karet ban gambot, yang berkembang dari rujukan dari produk swallow.
TANK CAP, Diembos Wahyu Painting-customs
Memaksimalkannya, sepasang pelek almu tapak lebar diadopsi berkelir hitam klasik. Mendongktak akses retro area under carriage, dengan sengaja di dikontruksi sepasang exhaust tubeyang berlapis krom.
MANIFOLD, Handmade dikover wraping serat baja.
Dengan kelar memachoi klasik kaki-kakinya, body lantas dipermak ulang. Dengan total dibuat yang lebih baru. Membentuk desain bodi anyar mereplika desain bodi Triump, dari empang pertamax, side body cover serta sert fender klasiknya.
 
TAIL SECTOR, Meretro berstop lamp Suzuki GT380
Pemungkasan finishing yang disengaja dihembusi aura klasik berkelir hitam dengan pemanis striping putih dilambung tangki yang ditambahin inisial 250, penanda kapasitas jantung GSX twin port legendaris Suzuki ini.
SPEK MODIFIKASI :
- Pelek : CHAMP 215 & 250X17, 
- BAN : Swallow classic 4.00-17, 
- Seins & spion : Suzuki Bandit 400, 
- Builder : Wahyu Garage, jl. Nangka Selatan, Denpasar- Bali.
Read more ...
Posted By: varinsia

NYARIS BONNEVILLE – SUZUKI THUNDER GSX 250 ’06 DI BALI

Tuesday, October 18, 2016

Monday, October 17, 2016

STEET CUB BERKAKI GAJAH DARI HONDA GRAND ’92 DI MAKASAR

Assalamualaikum Wr.Wb. Yudi bersama gerai Jigsaw Makasar sudah gak mau lagi nunggang dikala mendandani sebuah motor Astrea C100 keluaran 1992 ini. Aliran street-cub yang identik dengan Honda basis rangka monokok, mlah dirombak yang lebih ekstrim lewat aplikasi kaki-kaki ekstra besar.
SOK BELAKANG, Model single di sisi kiri.
Otrelover yang tinggal di belakang BTN Agraria ini lebih dulu membekali area rangka sekaligus bodi monokok Grand dengan tambahan pipa penguat di main tube kerangka belakang. Ini sebagai penyeimbang kaki belakang yang dirombak ala mono-arm custom.

TAMPILAN DEPAN, Klasik
Tidak main rangka rigid, tapi arm belakang tetap mengaytundengan sokongan monosok disisi kiri, katanya sambil membenam monoarm ini ke arm pivot berikut penggerak belt. Roda belakang, praktis dibuat single, mencomot pelek eks mobil dengan ban Pirelly 190, yang sisi tengahnya sudah di tanam disc brake model wave.
PENGGERAK, Belt.
Khusus front-end, tidak dibuat neko-neko, tetapi bukan standar teleskopik, melainkan dicustom dari model leading berikut arm dan rumah sok C-series generasi lawas. Tentu saja , rumah sok ini sudah dilebarin lebih dahulu, buat mengakomodir roda-roda ekstra besar, dari pelek dan ban Battlax 160 ring 17.
Terakhir, detailing juga diplot berbau vintage, termasuk lampu depan, setang hingga single seat. Lebih menggigit, engine juga dioprek harian, berikut tambahan double- card dan knalpot racing ala AHRS.
SPEK MODIF :
-  SOK DEPAN : Custom, 
- SOK BELAKANG : Custom monosok,

- SWINGARM : Mono Custom, 
- PELEK DEPAN : Custom, 
- PELEK BELAKANG : 4 X 100,

- BAN DEPAN : Battlax 160/60-17, 
- BAN BELAKANG PirellyDiablo 190/55-17, 
- REM DEPAN & BELAKANG : disc brake, 
- MASTER & KALIPER : Brembo, 
- PENGGERAK : Belt eks Toyota,

- KARBU : Key hien dooble,

- KNALPOT : AHRS CP,
Read more ...
Posted By: varinsia

STEET CUB BERKAKI GAJAH DARI HONDA GRAND ’92 DI MAKASAR

RAT CHOPPY – CUB DARI HONDA C 86 ’83 DI SURABAYA

Membedah-sebiji c series, bukan perkara mudah, mengingat spesifikasi rangka monokoknya yang spesial. Namun, dengan konsep yang sudah dihitung matang, hasilnya sungguh luar biasa meskipun belum masuk tahap finishing. Kematangan konsep inilah yang diunggulkan Hafiel Dwiky, Otrelover yang tinggi di bilangan lebak Rejo Surabaya.

Dengan mengibarkan panji gerai Kastemwork Garage Surabaya, Hafiel men-chop sana-sini,menjadikan C86 ini lebih familiar sebagai rat chop cub, bertampang ekstrim. Pasalnya, semua sektor di motor keluaran 1983 ini sudah dibedahnya. Main-frame misalnya, Hafiel menambahkan penopang plat sisi tengah, untuk memperkuat dimensi main-tube yang notabene sebagai tempat tangki custom. Di sisi belakang, buritan dikepras abis, karena tiap sisinya menjadikan bracket sok.
SWINHARM, comot produk Yamaro
ENGINE, ganti blok
Kontruksi suspensi pun diperhitungkan. Front-end, dipilih tipe springer dengan dua set batang sok custom di tiap sisi, yang disambung upper dan lower arm kit. Sedangkan suspensi belakang, Hafiel malah mengambil sok variasi yang terbilang langka, yakni Swingarm Yamaro berikut doble sok model tabung. Kalo rodanya, kami gabungkan pelek Champ ekstra lebar dengan ban Swallow, kelihatan lebih gendut.
TIPE SUSPENSI, springger
SOK BELAKANG, Model tabung.
Pernak-pernik dan detailing, Hafiel pun kian Crazy. Engine ikut dibelah, dengan penggantian total blok kop silinder. Sedangkan seluruh part sengaja gak difinishing, agar lebih memperhatikan kesan rat tapi artistik.
SPEK MODIF :
SOK DEPAN: Custom. 
- MASTER & KALIPER DEPAN- BELAKANG: Nissin. 
- TROMOL: Custom DT,

- SWINGARM: Yamaro,

- SOK BELAKANG: Yoshimura, 
- LAMPU DEPAN & BELAKANG : Custom, 
- STANG : Ninja, 
- PIJAKAN KAKI : Underbone, 
- PELEK DEPAN & BELAKANG : CHAMP 300/350-17, 
- BAN DEPAN & BELAKANG : Swallow, 
- KARBU : Ninja,

- BULDER/MODIFIKATOR : kastemwork Garage.
Read more ...
Posted By: varinsia

RAT CHOPPY – CUB DARI HONDA C 86 ’83 DI SURABAYA

Wednesday, October 12, 2016

TOURATECH STYLE BAJAJ PULSAR 220 – PANDAAN

Seno punya jam terbang tinggi, terkait rutinitas seorang bikers yang loyal. Pulsar Owner Club, yup itu panji kebanggaan Seno. Identiknya touring dengan rutinitasnya ini pula, yang memicu Seno yang barusan mendapatkan kebahagiaan putra pertamanya ini membombardir pulsar 220 hariannya.
Ducati Multistrada line up big bike jagoan touring menjadi inspirasi. Faktor kebetulannya, pulsar 220 sudah mengaplikasi half fairing. Untuk menyajikan tongkrongan Multistrada, Kamnpret yang didaulat sebagai modifikator meski menambahkan spoiler depan untuk memecah. Bagian ini juga yang menjadi taruhan sukses setidaknya, sajian Multistrada.
CRASHBAR, kental suasana Enduro
FULL BOX, menu wajib untuk touring
Kampret juga smart, desain spoiler dipertimbangkan dari dimensi half fairing dan tinggi up side down depan alfamaret 115 cm. Dari hasil spoiler depan yang sifatnya bolt on ini proposional juga. Ini sipnya, kalau modifikator dan pasien sama-sama Bikers, jadi kacamatanya sama.
Lebih lanjut, fairing crashbars terinspirasi dari Touratech Equipped yang biasa dicangkok KTM 1190. Desainnya dengan bahan sama dari pipa stainless 12,5 mm, menyambung hingga ke engine guard. Ini yang bikin tampilan touring enduronya kental banget, Seno, dkk, mengklaim Pulsar 220 nya yang pertama yang mengusung fairing crashbars gawean Touratech Equipped.
SENO DWI, tampil maksimal dengan orenge juice
Geser ke belakang, real box dan side box produk Givi, diusung. Tak main-main, bracketnya pakai 4 titik untuk side box, dilengkapi side crash bars juga, ini jelinya Seno dan Kampret, Cuman, rear boxnya pakai monorcak HR4, terang kata si Kampret yang mencangkok piston CBR 250 dan karbu keihin 32 mm itu. Wajar kalau bore up dan gas segar berlimpah, mengimbangi drag force dari pemakaian side dan rear box.
SPESIFIKASI :
- Velg : Aftermarket 185-17 dan 250-17, 
- Ban : FDR 100/80-17 dan 120/70-17, 
- SIDE BOX & REAR BOX : Givi, 
- SPOILER : Hand made fibercarbon, 
- UP SIDE DOWN :Aftermarket, 
- CALIPER DEPAN : Breamboo, 
- CAKRAM DEPAN : PSM, 
- KNALPOT :Free flow, 
- WINDSHIELD : Aksesories, 
- STANG KEMUDI & RAISER : Aksesories,

- MODIFIKATOR : King Kampret Bajaj Repair & Build Touring Style, Sukodono.
Read more ...
Posted By: varinsia

TOURATECH STYLE BAJAJ PULSAR 220 – PANDAAN

Monday, October 10, 2016

MAKIN BERTAJI ALA RC213V - HONDA TIGER 08 DARI MAGETAN

Tampang kuda besi sport berfairing begitu garang kala digeber di jalanan. Inilah yang jadi pengganjal pikiran pria asal Plaosan. Magetan bernama Suwarno ini dengan jujur doi mengaku jika doi begitu kesengsem sama bengitnya petarungan aspal senggol di kancah Moto GP. 
Imbasnya, doi pun ngebet pengen punya bejekan macho tunggangan Marc Marquez. Timbul pertanyaan, apakah besutan harian Tigi-nya bisa bisa disulap menjadi seperti tunggangan pembalap idolanya itu.

SIDE AREA, dinamis style total fiber
Dengan semangat 45, Suwarno seraya berkonsentrasi bareng Abdul Aziz, maestro custom Megetan berplakat A1 modified magetan. Endingnya, juragan sapi ini pun mengidealkan bareng Aziz untuk mereplikasi sesosok Honda RC213V dambaan di body Tiginya.
TAIL SECTOR, meruncing khas bejekan Marc Marquez
Dengan sigap ,Aziz pun sontak merestro total sosok estege Tigi langsiran ’08 ini. Adonan fiber dipercaya untuk mendesain anyar body full fairingnya. Setelah ukur sana sini dengan hitungan yang presisi , seketika jadil;ah body fiber duplikasi RC213V.
SWING ARM, Replikasi RCV 213 20164
Seketika itu pula, body dipaint ulang dan dimodifikasi sama persis seperti bejekan Marc Marques. Berdominan kelir orange dan kental dengan logo Repsolnya. Menyempurnakan aksi, kaki-kaki juga wajib dirombak. Tampil meksi, sok depan dicustom ala up Side Down. Mengimbanginya, Swing arm dicustom ulang ala RC 213V. bermodal plat besi. Menutup aksi, lingkar roda diracik kekar dengan palang tapak lebar diback up karet penggilas aspal gambot yang digawangi ciet multi cakram.
SPEK MODIFIKASI : 
- BAN : Zeneos 110/70-17 &160 /70-17,
- PELEK : V-Rossy 250 X 17 & 450X 17,
- DISC DEPAN : Double TZM,
- Up Side Down : Custom,
- SWING ARM : Custom,
- KNALPOT : Custom,
- FOOTREST DEPAN : CB 150R,
- FOOTREST BELAKANG : Satria F,
- SPODOMETER : Kawasaki Z1000,
- MONOSOK : Satria Modifikator
Read more ...
Posted By: varinsia

MAKIN BERTAJI ALA RC213V - HONDA TIGER 08 DARI MAGETAN

Keberanian Team IFC Solo

Read more ...
Posted By: varinsia

Keberanian Team IFC Solo

Sunday, October 9, 2016

MANFAATKAN RING BAUT SESUAI FUNGSINYA

Setidaknya tiga macam ring yang biasa terpasang pada motor. Yakni ring polos besi atau ring cincin, ring pegas dan juga ring tembaga. Ketiga ring tersebut mempunyai peranan yang berbeda. Mengingatkan bentuk serta bahannya yang berbeda.
RING TEMBAGA
Berbahan tembaga konturnya lebih empuk, ketika menerima tekanan dari baut – mur, ring ini akan mengikuti dan clearence, seringkali disebut ring pompa oli mesin. Kegunaan lain ringtembaga biasanya juga dimanfaatkan saat pemasangan baut naple caliper.
RING CINCIN BESI
Jika dilihat ari segi desain, bentuk ring cincin besi seperti halnya ring tembaga. Fungsinya membantu menahan kekencangan baut pada bidang pijaknya. Jadi sifatnya hanya menahan kekuatan tingkat kekerapan saja. Tapi, saat diaplikasi pada body ring baut ini berfungsi pencegah timbulnya body baret dan pecah.
RING PEGAS BESI
Biasa disebut dengan ring spy atau ring pegas. Memiliki sifat tekanan bolak balik. Tentu menguntungkan bagi baut tersebut, sebab tidak mudah kendor. Sangat ideal ketika ring spy atau ring pegas ini dimanfaatkan sebagai pelengkap baut pengikat komponen mesin. Agar potensi baut lepasatau kendor dalam mesin jadi minim.
Read more ...
Posted By: varinsia

MANFAATKAN RING BAUT SESUAI FUNGSINYA

FOOTSTEP UNDERBONE AFTERMARKET V-IXION-MESKI HARUS NGEBOR

Tak selamanya pemasangan footstep aftermarket pada satu motor tertentubisa langsung plug and play. Meskipun produk variasi tersebut memang diperuntukan pada motor yang dimaksud. Salah satu produk footstep aftermarket yang tidak bisa langsung pnp adalah V-ixion kata Angga mekanik King Motor Sport di kawasan Mojokerto.


Dia menjelaskan, agar bisa terpasang sempurna samakan lebih dahulu. Lubang baut untuk memasang master lem yang terhubung dengan footstep. Karena sebagian besar lubang baut untuk master lem pada footstep aftermarket memiliki ukuran baut 10 mm, sedangkan V-Ixion adalah 12mm.

Maka langkah yang tepat adalah dengan memperbesar lubang baut untuk memasang master lem pada footstep menggunakan mata bor 10 mm dan tap ke 12 mm. sebelum dibor, pastikan dulu posisi lubang yang akan diperbesar.
Read more ...
Posted By: varinsia

FOOTSTEP UNDERBONE AFTERMARKET V-IXION-MESKI HARUS NGEBOR

Wednesday, October 5, 2016

KENANGAN ABADI HONDA ALL JAZZ 2008 SURABAYA

Konsep street racing yang telah dilakoni selama 2 tahun membuat Christ berinisiatif mengubah total besutan harian Honda All New Jazz lansiran 2008. 
EXTERIOR
Warna white look kian sport setelah kap mesin dilapisi karbon kevlar berikut atap. Trend headlamp dismoke pelangi ditunjukan dengan mengandalkan bahan sticker Camelon karya Reynaid Art Sticker. Supaya style street racing kian melekat maka spion dipake racing modal Spoon berikut wing belakang. Kata terang dari Christ.
INTERIOR
Setelah wajah dibalut street racing giliran kabin ikutan dipoles. Hasilnya lish basboard disentuh motif karbon berikut lingkar kemudi serta list panel doortrim. Memudahkan pengendara membaca kondisi mesin maka tekanan udara dan oli merujuk Greedy. Untuk jok dibalut vinyl MB Tech hitam sedangkan plafon masih bawaannya. Tambah crew Revenge Surabaya.
AUDIO
Meningkatkan kenyamanan maka sistem audio ikutan dipermak. Hasilnya ruang bagasi belakang dialih fungsikan menjadi audio untuk meraih kenyamanan audio. Untuk urusan audio dia menyerahkan pada gerai checkpoint di Semarang. Kata Christ. Sumber suara disulut oleh head unit Sony yang terhubung ke subwoofer Clarion 10 inch 2 buah. Agar musik yang dikeluarkan kianjernih maka power dipercayakan Rodek dan Clarion 4 ch.
KAKI-KAKI
Konsep modis kian sempurna setelah bagian kaki-kaki dipermak. Untuk itu velg dipercayakan Rays R17 yang dibalut karet ban Falken 205/40-17.
Read more ...
Posted By: varinsia

KENANGAN ABADI HONDA ALL JAZZ 2008 SURABAYA

KANIBALAN PAHA REM SKUTIK NGEREM BELAKANG MAKIN EMPUK

Penunggang skutik yang didominasi oleh kaum hawa, sering kali memunculkan problem saat melakukan proses pengereman. Sebab, saat kebutuhan pengereman yang sifatnya mendadak, power tangan tak mampu responsive dan kurang kuat menarik tuas rem.
Kalau tuas rem kanan masih ringan direm. Tapi, khan mesti diimbangi dengan menekan tuas rem kiri, untuk mengontrol rem belakang, biar imbang dan tak terpelanting. Begitu juga buat skutik mania yang masih suka jalan-jalan seputaran metropolis, frekuensi pengereman yang dilakukan lebih sering.
Pasti mudah memicu ngilunya pergelangan tangan. Untuk menyiasati problem itu mudah. Cukup gantikan paha rem lebih panjang. Khususnya skutik varian Yamaha, bisa menggantikannya milik paha rem Byson, yang memiliki panjang 12,7 cm kalau diukur pin ketemu naple.
Kalau dibandingkan dengan paha rem Xeon dan Mio series panjang remnya cuman 8,3 cm. cara untuk mengkanibalnya juga mudah, sebab rata-rata diameter pin dudukan paha rem memiliki diameter sama.
Sehingga langsung pasang dan tidak perlu dilakukan rombakan lubang paha rem. Efek positif yang didapat, makin panjangnya paha rem, nilai torsi yang dihasilkan paha rem lebih besar,sehingga tenaga yang diforsir untuk meremas tuas rem kiri jadi lebih ringan.

Trik ini juga bisa diaplikasi buat pemilik varian skuter lainnya. Tak menutup kemungkinan, cara ini juga bisa diberlakukan buat motor bebek.
Read more ...
Posted By: varinsia

KANIBALAN PAHA REM SKUTIK NGEREM BELAKANG MAKIN EMPUK

SEGITIGA HANDMADE LEBAR KONSUMSI BOBBER STYLE

Assalaimuakaiku, Wr.Wb. untuk merancang kontruksi segitiga sok depan, menjadi konsekuensi utama yang mesti ditempuh ketika akan mencangkok roda depan profil 400, pada tema modifikasi bobber. Makin lebarnya profil ban ini yang menuntut selongsong sok harus lebar posisinya, mengikuti profil ban. Dengan demikian pemilihan bahan segi tiga harus kuat.
Paling pas memakai plat besi dengan ketebalan antara 15-20 mm. Untuk proses pengerjaan mesti butuh bantuan bengkel bubut, untuk menentukan dua titik inner tube dan as komstir. Agar didapat hasil yang presisi dan seimbang. Untuk ban berukuran 400-500, idealnya jarak kedua inner tube ada di 19 mm – 22 mm.


Jadi, dalam konteks ini memakai as roda wajib menyesuaikan. Sementara untuk diameter lubang inner tube, untuk menyesuaikan dengan sok depan yang diaplikasikan kita bisa memakai Scorpio Z, maka diameter lubang inner tube pada segitiga memakai 37,8 mm. kemudian tambahkan nat dan lubang baut pengikat.


Agar nantinya, sifat pemasangan sok depan ini mirip dengan sistem klem. Masih di posisi yang sama, tambahkan juga lubang sebagai dudukan raiser penopang stang kemudi. Agar hasilnya proposional. Sesuaikan dengan kontur stang kemudi yang akan diaplikasi.
Read more ...
Posted By: varinsia

SEGITIGA HANDMADE LEBAR KONSUMSI BOBBER STYLE

Tuesday, October 4, 2016

AKSI BERSELIMUT GADING DARI HONDA CIVIC 1992-SEMARANG

Assalamualaikum.Wr.Wb. Guna memberikan tampilan yang berbeda dalam skema daily use, dari pemilik mobil yang bernama Fajar Prakoso mengaplikasikan gaya Modifikasinya yang simple namun terlihat manis dan elegan. Namun meski demikian, aksi modifikasinya itu sudah mewakili untaian yang tersalur dari dalam benaknya untuk tersaji menjadi gacoan hangout di komunitas Lowly Syndicate.
EXTERIOR
Maka sebab itu tanpilan Civic Genio yang semula berwarna silver kini tampangnya disetting berbeda. Yakni doi melakukan body wrapping atau pembungkusan lapisan sekujur bodi menggunakan sticker warna beige ayau berupa putih gading. Selain body wrapping, di bumper depan juga dibikin custom dan terpatri lips front.
INTERIOR
Pandangan yang nampak didalam ruang kabinpun masih terkesan sederhana dengan mayoritas tetap mengusung orisinil. Dari kesederhanaan di ruang interiornya ini dianggapnya masih mempunyai sisi kenyamanan tersendiri, meski hanya dilingkar setir diganti model racing merk OMP.
KAKI-KAKI
Sementara itu untuk menemani saat perjalanan hangout ataupun aktifitas hariannya, maka tercipta hubungan di dalam kolong fender yang dijeblos velg Enkei Tuning SC14 Malaysia R15 x 6.5et 38 berselimut ban achilles 123 195/50-15. Selebihnya itu sok beker doi custom supaya mobil kelihatan ceper dan tetap masih mempunyai segi kenyamanan.
Read more ...
Posted By: varinsia

AKSI BERSELIMUT GADING DARI HONDA CIVIC 1992-SEMARANG

Monday, October 3, 2016

MONSTER CUB GAYA BERKENDARA BEBEK 4 TAK (HONDA SUPRA GTR 150CC & YAMAHA MX KING 150CC)

Julukan demikian memang sebanding diantara kedua bebek produk Honda dan Yamaha. Sebuah evolusi bebek yang mengusung mesin tegak. Hal demikian ini juga sebagai target keseriusan pabrik untuk mengakomodisir pengguna setia bebek ditanah air kita. Dan kali ini pabrik yang berlogo sayap ikut berkompetisi di pasaran bebek jantan, dengan menghadirkan Supra GTR 150.
Line up unggulan kali ini mengusung tema Layered body cover. Selain stylish, desain body jadi aerodinamis, sporty dan agresive. Ini juga yang mengandung pesan, kalau Supra GTR 150, siap memacu adrenalin para bikers. Yang dipadu dengan lampu headlight LED model dual layer multy reflektor dan combine digital panel meter, yang terbagi odometer, speed dan fuel meter,yang turut membagi kesan yang sangat atraktif yang elegant dan modern.
Sedangkan yamaha MX KING 150CC yang setia meneruskan line up dari sebelumnya yang berkapasitas 135CC. Revolusi desain body hasil kombinasi unsur varian sportnya. Dengan garis tajam yang berbalut panel body, menjadikan MX KING 150CC sukses menciptakan desain baru sebuah monster cub ditanah air. Sajian penerangan dan panel indikatornya juga mencerminkan keseriusan pabrik Yamaha untuk mewujudkan tampilan sporty.
Sisi riding style GTR 150CC sangat respon dan agility, itu semua disebabkan posisi stang kemudi lebih rendah dan memiliki jarak yang proposional dengan jok, sehingga bikers jadi mudah improve dengan kondisi lalu lintas dan konstur jalan. Sedangkan MX KING 150CC, memiliki riding style yang berkonsentrasi pada touring, dengan stang kemudi lebih tinggi dari tinggi jok, yang sangat mendukung saat dipakai menuver dan riding style yang konsumtif untuk memakaian metropolis dan touring. Sebab, secara tipikal struktur bobot, keduanya memiliki center of gravity yang berkecenderungan bergeser ke depan.
SUPRA GTR 150CC
Sesuai dengan segment baru Honda yang dibidik kali ini, yakni bebek jantan sporty, maka dari sisi performa mesin yang mengusung kubikasi 150 CC. Kombinasi bodi bebek dan mesin tegak model sport yang spesial dipertimbangkan buat transisi bikers setia penunggang bebek yang ingin merasakan performa lebih sebuah bebek.

sektor performa mesinnya mengusung generasi baru 150Ccdengan senjata Double Over Head Cam, sehingga dipastikan memiliki tenaga berlimpah dengan akselerasi responsive disetiap perpindahan gigi transmisinya.
Kapasitas mesin totalnya 149,16CC, dihasilkan dan pemakaian silinder 57,3 mm dan stroke 57,8 mm, sudah semakin jelas kalau GTR 150CC ini konsumsi buat gesingan menegah atas,berikut untuk menghadapi tanjakan dipastikan lebih enteng dan ringan, sebab secara output power mesin, dengan torsi yang lebih menonjol.
Ingin tampak lebih jelas lagi, kalau GTR 150CC diproyeksikan buat bikers yang menyukai touring, faktor durabilitynya akan disempurnakan dengan perbandingan kompresi 11,3 : 1, yang artinya disaat untuk keperluan menyisir pedalaman desa nggak masalah, yang pasalnya GTR 150 CC juga bisa menenggak premium, sipnya lagi dalaman silinder copnya yang dibekali rocker arm jenis roller yang optimal menekan tingkat gesekan terhadap cam shaft.
Dan suplay gas segarnya dilayani dengan system Programable Fuel Injection atau PGM Fi. Diback up oleh throttle body 30 mm, berikut dengan injector dengan 8 lubang. Posisi box filter yang ada dibawah jok lebih tinggi dari bebek pada umumnya. Lagi-lagi kental dengan konsumsi bikers yang penyuka touring. Sebab lebih aman disaat menyisir sungai sekaligus banjir, selain itu , tingkatan kebersihan elemen filter jadi lebih terjamin.
Serta diprogram Electronic Control unit yang lebih smart pada rangkaian system pengapian full transistorized. Akurasi proses pembaca beberapa sensor lebih aktual, sehingga output power mesin selalu stand by, baik dipacu pada gesingan bawah maupun atas. Pastinya juga irit, jadi kapasitas tangki yang cuman sanggup menegak 4,5 liter BBM, yng tak perlu khawatir lagi.
Konteks ini juga yang memicu bikers jadi lebih pede disaat mengendarainya, sebab serasa memiliki bekal menunggang sport. Dan imajenasinya menunggang sport turut tersalurkan mode pengoperasian pedal persneling, yang sama dengan pola pengoperasian pedal persneling sport.
Optimalisasi sisi durability, juga di tunjang radiator yang dilengkapi auto fan. Bagian ini yang menyatakan kalau GTR 150CC, juga siap dikonsumsikan bikers metropolis, yang biasa menghadapi membelah kemacetan. Jadi tak perlu dikhawatirkan kalau mesin akan kekurangan sirkulasi udara.
Pasalnya, output mekanis auto fan ini juga maksimal memproduksi angin paksa, untuk konsumsi membantu system pendinginan mesin. Termasuk perbandingan final gearnya diproyeksikan konsumsi metropolis. Sebab mengusung perbandingan lebih ringan 15-44, ketika dibandingkan sonic 150, yakni 15-42.
YAMAHA MX KING 150 CC
Yamaha MX King 150CC, tipikal mesinnya square. Hasil kontribusi diameter silinder 57 mm dan stroke 58,7 mm. langkah yang cukup strategis, sekaligus berusaha mencakup segment asi lebih luas, sebab, dengan tipikal mesin seperti ini, dalam pemakaian harian, touring dan kompetisi bisa terakomodir. Sebab, untuk merubah ke tipikal mesin over square lebih mudah.
Tapi ketika meninjau nilai perbandingan kompresinya yang menganut 10,4 : 1, maka Mx King 150CC akan lebih berkonsentrasi pada durability. Termasuk teknologi yang mereduksi tingkat gesekan pada MX King 150CC. Turut diperbanyak pada kompartemen mesin yang berpotensi memiliki tingkatan gesekan tinggi.
Seperti offet cylinder yang optimal menekankan pada tingkatan gesekan piston terhadap linier. Konteks ini juga mampu meminimalisir Brake Horse Power mesin. termasuk engine Balancer dikonsumsikan sebagai penunjang power atas. Bagian ini juga sukses memberikan kontribusi output torsi yang siap mengawal untuk power top speed.
Sebagai penunjangan bahan blok silinder menganut jenis diasil silinder. Sedangkan piston mengusung jenis forget. Kedua bahan memiliki kandungan alumunium dan silikon, dengan tingkat pemuaian lebih rata. Sifat material ini yang kemudian mampu memperpanjang umur komponen dan sumber power mesin,sehingga klopnuntuk konsumsi touring.
Sisi lain, kesuksesan produk New V-ixion 150 Lightning, yang memiliki performa bengis,irit dan bandel, diusung di MX King 150,seperti dalam pemakaian Electronic Control Unit atau ECU didesain dan disempurnakan dengan 33 pin. Kejelian dan akurasi proses membaca sensor Throtle Position Sensor, Intake Air Temperatur Sensor, Crankshaft Position Sensor, Oksigen Sensor, Lean Angle Sensor dan Speed Sensor jadi lebih real time memberikan data.
Read more ...
Posted By: varinsia

MONSTER CUB GAYA BERKENDARA BEBEK 4 TAK (HONDA SUPRA GTR 150CC & YAMAHA MX KING 150CC)

Total Pageviews

Contact Form

Name

Email *

Message *